Mengenal Program Teladan Dari Yayasan yang Didirikan Sukanto Tanoto

Image Source: Tanoto Foundation

            Di tengah kesibukan memimpin Royal Golden Eagle (RGE), pengusaha Sukanto Tanoto masih meluangkan waktu menjalan kegiatan sosial. Aktivitas filantropi dilakukannya bersama Tanoto Foundation yang didirikannya bersama istri, Tinah Bingei Tanoto, pada 1981.

            Saat ini Tanoto Foundation banyak menjalankan kegiatannya di kawasan pedesaan khususnya di kawasan Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Pendidikan menjadi fokus utama kegiatan bersama dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

            Terkait pendidikan, Tanoto Foundation sudah dikenal memiliki berbagai program andalan. Satu di antaranya adalah TELADAN yang merupakan kependekan dari Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan.

            Secara garis besar, TELADAN adalah inisiatif Tanoto Foundation yang berbentuk program pengembangan kepemimpinan. Program ini bertujuan untuk melahirkan generasi muda Indonesia sebagai pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.

Di dalamnya Tanoto Foundation memberikan berbagai pelatihan kepemimpinan dan beasiswa kepada penerimanya yang disebut sebagai Tanoto Scholars. Dengan begitu, TELADAN diharapkan akan mampu menghadirkan pemimpin yang memberi dampak positif bagi komunitas tempat mereka tinggal dan bekerja.

Program seperti ini dirasa sangat penting. Harus diakui, pendidikan tinggi yang berkualitas masih menjadi barang mahal bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Itu tergambar dari Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi di sini yang masih rendah, yakni cuma 33,7% pada tahun 2017.

Kondisi itu disebabkan oleh banyak faktor. Biaya perkuliahan yang tinggi kerap menjadi penyebab. Ini pula yang mengakibatkan beasiswa sangat diperlukan oleh banyak pihak. Oleh karenanya, program TELADAN yang dihadirkan oleh Tanoto Foundation sangat tepat untuk menjawab permasalahan.

Banyak pihak yang memang terbantu, salah satu contohnya Elvi Liana yang berasal dari Tanjung Pinang dari Kepulauan Riau. Elvi datang dari sebuah keluarga dengan perekonomian terbatas, namun sangat ingin menempuh pendidikan tinggi. Sayangnya, kondisi ekonomi menghalangi impiannya.

Bukan hal aneh karena untuk mencukupi kebutuhan dasar saja, keluarganya masih kesulitan. Ayah Elvi bekerja sebagai helper mekanik lepasan di perusahaan swasta di Tanjung Pinang dengan upah Rp3 juta per bulan. Sedangkan sang ibu mengurus rumah tangga.

Dengan penghasilan sebesar itu, ayah Elvi lebih mengalokasikannya untuk keperluan sehari-hari serta biaya sekolah ia dan adiknya. Tak heran, ketika Elvi ingin kuliah, keluarganya menentang. Selain alasan ekonomi, ada pemahaman bahwa wanita tidak perlu menempuh pendidikan tinggi.

“Di keluarga besar, menjadi wanita itu hanya akan berakhir di dapur,” ucap Elvi di Kompas.com.

Akan tetapi, Elvi tidak menyerah. Berbekal uang pinjaman dan tekad keras, ia berani mendaftar ujian ke Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur. Ia memilih masuk ke jurusan Teknik Lingkungan untuk tahun ajaran 2016-2020.

Singkat kata, Elvi berhasil lolos ujian. Tentu saja ia dan keluarganya merasa senang. Namun, setelah itu, muncul kekhawatiran tentang cara membiayai kuliah.

Elvi pun tidak ingin membebani ayah ibunya. Ia segera mencari berbagai cara untuk tetap bisa kuliah. Salah satunya dengan memburu informasi beasiswa. Langkah itulah yang mempertemukannya dengan program TELADAN dari Tanoto Foundation.

Bersama dengan 220 mahasiswa lain, Elvi berhasil menjadi penerima beasiswa TELADAN. Dari Tanoto Foundationlah, ia mendapat dukungan finansial untuk biaya kuliah maupun uang saku sebagai bekal menjalani kehidupan perkuliahan.

Bagi Elvi, dukungan beasiswa sangat berarti. Tidak sekadar membantu meraih impian, Elvi meyakini perkuliahan yang diikutinya akan bisa menolong kehidupan keluarganya. “Saya ingin membuat perubahan. Dengan pendidikan tinggi, saya yakin akan mengubah hidup saya serta keluarga saya dimana ayah ibu saya hanya tamatan SMP dan SMA,” kata Elvi.

DUKUNGAN LEBIH

Image Source: Kompas.com

            Program TELADAN yang diluncurkan oleh yayasan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto tersebut memang spesial. Dukungan yang diberikan kepada para Tanoto Scholars bukan sekadar finansial. Lebih dari itu, mereka melakukan berbagai program pengembangan supaya kapasitas diri Tanoto Scholars bisa berkembang.

            Elvi merasakannya. Ia disponsori oleh Tanoto Tanoto Foundation untuk mengikuti 5th International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCEx), di University Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, 5-6 April 2019. Di sana, ia bisa memamerkan temuan ilmiahnya, yaitu project DJ-START (Double Jacket Sterilization Technology for Baby Diapers Waste), inovasi teknologi pengolahan limbah popok bayi menjadi kerajinan tangan.

            Kesempatan serupa tidak hanya dirasakan oleh Elvi. Tanoto Scholars lain juga memperoleh berbagai dukungan pengembangan diri. Bentuknya bisa berbeda-beda disesuaikan dengan minat maupun kemampuan diri mereka.

            Hal ini dimungkinkan karena Tanoto Foundation memang memiliki misi khusus, yaitu ingin melahirkan para pemimpin masa depan Indonesia melalui program TELADAN. Untuk itu, setiap tahun kegiatan Learn and Lead Tanoto Scholarship Gathering digelar. Di sana Tanoto Scholars dilatih berbagai soft skill seperti berbicara di depan umum, bekerja sama dalam tim, atau memperoleh inspirasi dari para tokoh inspiratif.

            Tanoto Scholars juga diajak berhimpun dalam asosiasi-asosiasi di daerah masing-masing. Di sana mereka didorong untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

            Tanoto Foundation melakukannya karena ingin melahirkan sosok-sosok berkarakter positif. Secara khusus, ada sembilan karakter yang ingin ditanamkan, yakni sadar diri, bersemangat, integritas, belajar berkelanjutan, ulet dan berkarakter kuat, peduli sesama, memberdayakan sesama, inovatif, serta memiliki semangat kewirausahaan.

“Semangat tersebutlah yang diinginkan oleh pendirikami (Sukanto Tanoto), agar ke depan generasi Indonesia memiliki kualitas, karakter, dan pola pikir kuat,” jelas CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo, di Kompas.com.

Sejak dicanangkan pada 2006 hingga kini, program TELADAN telah memberikan bantuan ke 7.500 mahasiswa. Mereka tersebar di sembilan perguruan tinggi mitra, yakni Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Riau, dan Universitas Sumatera Utara.

Untuk mengikutinya, calon peserta bisa mendaftar ke Tanoto Foundation. Siapa saja diperkenankan asalkan sudah terdaftar sebagai calon mahasiswa di perguruan tinggi mitra. Selain itu, mereka pun harus lolos sejumlah tahapan seleksi yang dilakukan.

Adapun proses seleksi yang dijalani dimulai dari seleksi dokumen. Nanti Tanoto Foundation akan memeriksa kelengkapan administrasi dan dokumen. Sesudah itu bakal ada proses Penilaian Kompetensi dan Kepribadian. Pelamar yang lolos seleksi tahap pertama akan mengikuti tes psikologi mencakup penilaian intelegensi, kemampuan memberikan solusi, mengatasi konflik, mengambil keputusan, dan potensi kepemimpinan.

Terakhir, calon Tanoto Scholars akan menjalani proses wawancara. Di sini tim TELADAN dari Tanoto Foundation berinteraksi langsung dengan pelamar program beasiswa untuk lebih jauh mengenal karakter pelamar.

Proses seleksinya memang terbilang ketat. Namun, hal itu sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Nanti Tanoto Scholars akan menerima biaya kuliah penuh dari semester 2 hingga maksimal semester 8. Selain itu, mereka memperoleh tunjangan bulanan yang diberikan sejak perjanjian ditandatangani sampai semester 8.

Bukan hanya itu, ada nilai plus lain berupa pengembangan kepemimpinan terstruktur yang didapat. Penerima beasiswa bakal mengikuti berbagai program yang memberikan pengalaman global termasuk belajar ke luar negeri. Bahkan, ada pula kesempatan mengikuti tahapan pelatihan program TELADAN mencakup bidang pengembangan kepemimpinan, pengembangan kepribadian, pengembangan karier, serta kontribusi sosial.

Berbagai bentuk dukungan tersebut menjadikan program TELADAN spesial, karena mampu melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki karakter baik dan tangguh.