Adama Traore Masih Bisa Lebih Mengerikan Lagi

Tak mau kalah di lineup utama Wolverhampton Wanderers, nama Adama Traore mulai mencuat sebagai salah satu bintang Liga Inggris. Menurut berbagai media, kemampuan Adama bahkan menarik perhatian tim-tim seperti Liverpool dan Real Madrid. Dikutip dari CloverQQ keberhasilan Adama meraih status bintang tidaklah mengherankan. Apalagi bagi mereka yang sudah memperhatikan keahliannya sejak membela FC Barcelona.

Adama butuh waktu lama untuk mendapatkan pengakuan ini. Setidaknya, dalam kurun waktu tidak kurang dari lima tahun, Adama harus berjuang keras untuk meningkatkan kemampuannya bersaing di level tertinggi sepakbola dunia. Padahal bakat Adama tidak pernah diragukan selama ini. Bahkan untuk pelatihnya saat masih di FC Barcelona, ​​Eusebio yang hanya bermain empat kali untuk Adama Traore.

Eusebio mengatakan bahwa sejak dibawa ke Rumah Sakit, Adama diberkahi dengan kecepatan, kekuatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan. “Adama tidak pernah ragu untuk membawa dua pemain pada saat yang sama. Dia tahu dia bisa melakukannya. Dia cepat, kuat dan akurat,” kata Eusebio kepada GOAL.

Hanya ada satu kekurangan Adama, dia tidak cocok untuk Barcelona, ​​setidaknya saat itu. Selain itu, mereka harus bersaing ketat dengan Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez dan Pedro. Barcelona ingin mengubahnya menjadi pemain yang bisa tampil seperti orang tua. Tapi ini tidak bagus untuk Adama.

Adama sendiri mengakuinya saat diwawancarai media Spanyol dan AS. “Setelah 10 tahun di Barcelona, ​​saya ingin menjadi pemain yang lebih baik. Saya ingin berkembang, tapi kemudian ada masalah komunikasi dengan perusahaan. Saya juga tidak bisa tinggal di sana,” kata Adama. Sejak hengkang dari Barcelona pada musim panas 2015 lalu, Adama mengalami sesuatu yang berbeda.

Dia tetap cepat, bahkan berlari dengan kecepatan 22.9mph saat membela Middlesbrough dalam pertandingan Liga Premier Inggris melawan Arsenal pada Oktober 2016. Angka itu hampir melampaui kecepatan rata-rata mantan pelari Jamaika Usain Bolt (23mph). Sekitar dua tahun kemudian, kepindahan Adama terus menunjukkan peningkatan. Dia juga berlari dengan kecepatan 23,61 mph dalam sesi latihan serigala. Adama selalu cepat. Tetapi sekarang ia juga memiliki modal fisik yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata.

Dia telah berubah dari pemain kurus, cepat dan kuat menjadi monster. Pinjam Slogan Pemain Terkuat FIFA 2005-2019, Adebayo Akinfenwa, Adama ada di level #BEASTMODE! Lihat saja perbedaan tubuhnya saat bermain untuk Barcelona dengan sekarang.

Uniknya, penambahan otot Adama tidak terjadi akibat diet ketat atau latihan beban seperti atlet lainnya. Itu semua terjadi secara alami tanpa harus mengubah pola makan atau menambah berat badan. “Orang-orang selalu kaget kalau saya akui saya tidak pernah angkat beban. Tapi itulah kenyataannya. Kalau saya angkat beban, pasti lebih besar. Sangat mudah bagi tubuh saya untuk menambah massa otot,” akunya kepada Athletic. Adama pun menyempatkan diri menambahkan bahwa tubuhnya menjadi lebih kuat karena pengaruh genetik dibandingkan dengan latihan yang ia lakukan.

Bagaimana Adama bisa memiliki tubuh seperti itu karena faktor genetik dari latihan beban dan diet ketat? Menurut psikolog AS, ada 3 jenis tubuh manusia yang dikenal dengan somatotypes, yaitu ectomorphs, mesomorphs dan endomorphs. Ectomorph adalah orang yang memiliki tubuh dengan tingkat metabolisme yang tinggi. Hal ini menyebabkan tubuhnya jarang menyimpan lemak, sehingga tubuhnya kurus dan kurus. Sebaliknya, endomorph adalah orang yang tubuhnya memiliki laju metabolisme yang lambat dan membuat tubuhnya cenderung menyimpan lemak.

Selain kedua tipe tubuh tersebut, ada tipe lainnya yaitu mesomorph. Tubuh dengan tipe ini tidak terlalu cepat tetapi tidak terlalu lambat untuk metabolisme. Tubuh mesomorfik akan secara aktif mengubah lemak yang masuk untuk meningkatkan massa otot. Dengan demikian, tubuh mesomorfik akan lebih mudah berotot dan berotot.

Faktor genetik sangat berpengaruh dalam menentukan tipe tubuh seseorang. Dan inilah yang membuat Adama Traore mengatakan bahwa tubuhnya sekarang adalah hasil genetik, bukan olah raga. Tentu ya, lanjutkan latihan beban dan sesuaikan pola makan Anda untuk mencapai tubuh ideal. Namun usaha yang dilakukannya tidak sebesar orang dengan tipe ectomorph dan endomorph yang ingin memiliki tubuh yang sama.