Saat Orang Indonesia Gandrung Beli Online

Retail tradisional atau kerap disebut dengan istilah brick and mortar di Amerika saat ini disebut-sebut tengah menghadapi krisis. Menurut Forbes, sepanjang musim liburan 2016 para retailer hanya menikmati separuh uang belanja dibanding musim liburan tiga tahun lalu. Penyebabnya bukan karena orang Amerika mengurangi belanja mereka, tapi karena cara belanja konsumen di negeri itu berubah. Konsumen di Amerika saat ini berpandangan, belanja dengan mengunjungi pusat perbelanjaan adalah kegiatan yang menghabiskan waktu di tengah jadwal kehidupan mereka yang padat. Mereka lebih senang mencari aneka kebutuhan mereka Beli Online melalui Internet.

Dikutip Forbes, konsumen di Amerika merasa mendapatkan informasi lebih banyak dengan melakukan penelusuran online ketimbang bertemu dengan pelayan toko. Aneka ulasan produk yang banyak ditemukan di Internet untuk di Beli Online, perbandingan daftar harga, dan layanan antar gratis, merupakan kenyamanan lebih yang ditawarkan belanja online. Tidak perlu repot. Semua informasi yang dibutuhkan ada di Internet dan barang pun datang sendiri ke rumah. Menurut catatan ComScore, seperti dilaporkan Forbes, belanja online di musim liburan 2013 meningkat 10 persen.

Para retailer melaporkan peningkatan yang tajam di situs belanja online mereka. Indonesia Itu cerita di Amerika. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Anda memiliki pengalaman kenyamanan yang sama di Internet? Menurut laporan Nielsen Indonesia yang dipublikasikan triwulan pertama tahun ini, konsumen Indonesia mulai menyukai belanja online seiring dengan meningkatnya penetrasi Internet di Indonesia. Mereka senang membaca ulasan dan mencari informasi mengenai produk dan jasa yang dibutuhkan. Menurut survei Nielsen, urusan travelling menempati posisi teratas dalam aktivitas belanja online orang Indonesia. Sekitar setengah dari konsumen Indonesia berencana untuk membeli secara online tiket pesawat (55%) serta melakukan pemesanan hotel dan biro perjalanan (46%) dalam enam bulan ke depan.

Catatan mengenai pengguna Internet dan ponsel di Indonesia memang menarik untuk dicermati. Keduanya adalah pasar potensial yang mencerminkan proyeksi revenue di tahun-tahun mendatang. Simaklah catatan berikut. Menurut We Are Social, per Januari 2014 pengguna Internet di Indonesia mencapai 72 juta pengguna atau 29 persen dari populasi. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperkirakan, di akhir tahun ini jumlah pengguna Internet di Indonesia akan mencapai 107 juta dan menjadi 137 juta atau 54 persen populasi di akhir tahun 2015. We Are Social mencatat, penetrasi ponsel di Indonesia mencapai 281 juta nomor aktif atau 112 persen populasi. Sementara, menurut survei Nielsen, setidaknya enam dari sepuluh konsumen Indonesia (61%) menyatakan akan paling banyak menggunakan telepon genggam untuk Beli Online.

Badan Pusat Statistik menyebut, kebanyakan pengguna internet di Indonesia menggunakan internet untuk menerima dan mengirimkan surat elektronik (95,75 persen), mencari berita terkini (78,49), mencari informasi barang atau jasa yang mereka butuhkan (77,81), mengakses media sosial (61,23) dan mengakses informasi lembaga pemerintahan sekitar (65,07). “Meningkatnya kemakmuran, ketersediaan koneksitas dengan kecepatan tinggi dan penawaran-penawaran online yang semakin berkembang akan semakin memberikan pengaruh dalam tahun-tahun ke depan. Dengan pertumbuhan yang akan terus berlanjut ini, e-commerce menggambarkan peluang yang luarbiasa bagi para peritel online dan pemilik jasa operator untuk memperluas basis konsumen mereka,” kata Anil Antony, Executive Director Consumer Insights, Nielsen Indonesia.