Kodingareng Keke, Pulau Tak Berpenghuni Nan Eksotis di Sulawesi           

 Kodingareng Keke, Pulau Tak Berpenghuni Nan Eksotis di Sulawesi

Ilustrasi Pulau Kodingareng Keke: pixabay

Jangan menunggu hingga akhir tahun untuk berlibur ke destinasi favorit kamu. Namun, jika memang belum memiliki tujuan sebaiknya kamu datang ke Makassar dan mengunjungi salah satu pulau yang tak berpenghuni tapi memiliki keindahan alam yang memesona. Bulan Mei hingga Oktober adalah waktu yang tepat untuk datang ke pulau Kodingareng Keke karena cuacanya masih bagus dan aman untuk menyebrang. Dari pada terlewat dan harus menunggu hingga beberapa bulan lagi, sebaiknya beli tiket pesawat online melalui reservasi.com menuju ke Makassar.

Setibanya di Kodingareng Keke, kamu akan merasakan bagakan berlibur di pulau sendiri. Aktivitas apapun bisa kamu lakukan di sini tanpa banyak orang yang melihat.

Ada Apa di Pulau Kodingareng Keke?

Pulau Kodingareng Keke yang tak berpenghuni nyatanya dihuni oleh beberapa ekor kucing. Entah dari mana kucing ini berasal mungkin dari para nelayan yang membawa sepasang kucing dan kemudian hingga beranak seperti sekarang. Dari kejauhan, pulau ini akan mengingatkan kamu dengan satu Gili di Lombok. Pulau kecil berpasir putih ini ditanami pohon pinus dan dikelilingi perairan yang biru nan jernih.

Jika sudah mengelilingi pulau ini kamu dapat mengetahui perbedaan pasir di setiap bagian Pulau Kodingareng Keke. Saat berjalan, pasti saja kamu akan menemukan semak-semak. Jenis pasir putih yang lembut akan kamu rasakan di bagian utara pulau sedangkan di bagian selatan pasir putih bercampur dengan kerikil dan pecahan karang yang halus.

Layaknya aktivitas yang bisa dilakukan di pulau lainnya, kamu pun bisa snorkeling. Spot snorkeling yang dapat kamu pilih berada di sebelah utara dekat dengan pasir putih. Saat pagi hari, kedalamannya berkisar dua hingga tiga meter. Sayangnya, terumbu kaang pada spot  ini sudah mulai rusak dan jarang ditemukan ikan-ikan kecil. Kamu pun harus berhati karena banyak bulu babi. Namun, ada spot menyelam lainnya yang dikeal dengan Combi Wreck dimana didalamnya ditemukan bangkal mobil VW Combi yang sengaja ditenggelamkan. Tak hanya itu, terdapat juga karang buatan untuk rumah-rumah ikan yang dibuat dari beton-beton berongga berbentuk piramida.

Jika tidak bisa menyelam, kamu bisa bermain air atau berenang di tepi pantai yang berada di sebelah kanan dermaga. Air laut yang berada di spot ini jauh lebih bersih, jernih dan berpasir putih nan halus. Apalagi, jika berenang di pagi hari, kondisi ombaknya pun tenang.

Ada satu hal lagi yang tak boleh kamu lewatkan ketika berkunjung ke pulai ini. Untuk mengisi perut yang keroncongan karena tidak ada warung atau cafe, kamu dapat menikmati ikan bakar. Kamu bisa membawa ikan dari pasar ikan yang berada di dermaga, di Pulau Samalona, atau membeli ikan dari nelayan yang datang ke Pulau Kodingareng Keke. Selain kondisi ikannya masih segar karena baru ditangkap, harganya pun terjangkau. Setelah selesai bakar-bakar,tetap perhatikan dan buang sisa kayu bekas pembakaran ya!

Biaya dan Akses Menuju Pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng Keke jaraknya 14 kilometer dari Kota Makassar. Untuk menuju pulau Kodingareng Keke yang berada di Kecamatan Ujung Tanah, kamu harus menyewa perahu motor tempel atau bahasa setempatnya jollorok di Dermaga Kayu Bangkoa yang berada di Jalan Pasar Ikan atau Dermaga Popsa yang letaknya berada di seberang Benteng Rotterdam. Jollorok dapat menampung hingga 10 orang.

Selain melalui Dermaga Kayu Bangkoa, alernatif lain menuju Pulau Kodingareng Keke yakni melalui pelabuhan tradisional Paotere dengan menggunakan kapal kayu dengan kapasitas yang lebih besar. Namun, Dermaga Kayu Bangkoa lebih banyak digunakan karena dekat dengan berbagai penginapan. Untuk menemukan daftar hotel di Makassar, kamu bisa mencarinya melalui layanan online.

Harga kapal ditentukan bagaimana kepiawaian kamu dalam bernegosiasi. Sebaiknya, pilihlah paket yang menuju Pulau Samalona yang letaknya sebelum Pulau Kodingareng Keke. Tarif kapal menuju Kodingareng Keke Rp500.000 hingga Rp600.000 dan kamu bisa sharing cost dengan 10 orang. Dari dermaga ke Pulau Kodingareng Keke kurang lebih waktunya satu jam.

Jika tertarik untuk menghabiskan waktu seharian penuh di pulau tak berpenghuni ini, kamu harus membawa tenda dan juga perlengkapan berkemah karena tidak ada fasilitas penginapan di Pulau Kodingareng Keke. Atau, kamu dapat menyewa bale-bale ke para nelayan yang biasanya singgah untuk beristirahat di pulau ini. Bale-bale biasanya disewakan dengan harga Rp50.000 per petak. Jika ingin lebih hemat dan praktis, kamu bisa memasang hammock dan mengikatnya di pepohonan pinus. Umumnya, para wisatawan lebih memilih berkemah di Pulau Samalona karena banyak warung- warung yang menjual makanan dan tidak terlau sepi.

Selamat berpetualang di Pulau tak berpenghuni!