Brasil di Piala Dunia 2018, berbeda dengan Brasil Yang Dulu

piala dunia rusia 2018

Jelang Piala Dunia Rusia 2018, nampaknya skuat timnas Seleccao diterpa isu kurang sedap. Menyusul beberapa hasil mengecewakan termasuk ketika takluk dari Cile pada laga pertama babak kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018. Pada laga tersebut Brasil bermain tanpa Neymar yang absen karena larangan bertanding usai insiden saat melawan Kolombia. Meski pada tahun ini Brasil dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia, ada sebuah ungkapan yang santer diberikan kepada timnas Brasil. “Akan jadi seperti apa Brasil tanpa Neymar?”.

Ungkapan itu rasanya tidak berlebihan mengingat kekalahan memalukan saat Julio Cesar dipaksa memungut bola dari gawangnya sebanyak 7 kali oleh Muller dkk. Saat itu Brasil juga bermain tanpa Neymar yang absen karena cedera pada semifinal saat menghadapi Kolombia. Kesialan berlanjut saat pertandingan perebutan tempat ketiga dimana Brasil dicukur Belanda 0-3 saat cedera Neymar belum Pulih.

Neymar menjelma menjadi sosok yang sangat penting usai mencetak 46 gol dari 67 laga sepanjang karirnya di timnas. Bahkan diantara 67 laga tersebut, 16 diantaranya adalah pertandingan besar seperti Copa America, Piala Konfederasi, dan Piala Dunia dimana Neymar berhasil mencetak 11 gol. Statistik tersebut semakin menjadikan Neymar sebagai sosok tak tergantikan di lini depan Brasil.

Namun, hal diatas ternyata membawa dampak buruk. Dimana timnas Brasil menjadi ketergantungan terhadap Neymar. Sebenarnya Brasil bukannya tidak memiliki penyerang hebat. Hulk, Robinho, hingga Tardelli turut dipanggil kedalam skuat. Namun inkonsistensi ditambah kurang produktifnya di depan gawang, membuat nama-nama diatas tidak mampu menggantikan peran seorang Neymar. Adapun Firminho yang cukup produktif ketika dipasang sebagai penyerang, posisi aslinya adalah gelandang serang.

Berbeda dari beberapa tahun yang lalu dimana saat itu Brasil memiliki sederet penyerang seperti Robinho, Ronaldo, dan Adriano. Dimana pada saat itu mereka bermain di level tertinggi klubnya masing-masing. Saat ini rasanya hanya ada Neymar yang mampu disandingkan dengan mereka. Maka tak heran jika Brasil menaruh harapan besar pada Neymar. Dan jika berkaca dari skuat Brasil 10 tahun yang lalu, rasanya Brasil sekrang benar-benar berbeda dari yang dulu.